Mengapa UU CLARITY itu penting?
Kunci dari CLARITY Act adalah memperjelas 'aturan' pasar mata uang kripto. Hingga saat ini, di Amerika Serikat, baik perusahaan maupun investor menghadapi ketidakpastian karena beberapa aset digital dapat diartikan sebagai sekuritas (SEC) dan lainnya sebagai komoditas (CFTC).
Alasan mengapa RUU ini penting adalah sebagai berikut:
• Mengatasi ketidakpastian peraturan Setelah standar yang jelas ditetapkan, perusahaan dapat menjalankan bisnis blockchain tanpa khawatir tentang tuntutan hukum atau risiko peraturan.
• Aliran masuk modal investor institusi Sulit bagi lembaga besar seperti dana pensiun, bank, dan perusahaan pengelola aset untuk berinvestasi jika peraturannya tidak jelas. Setelah standar hukum ditetapkan, kemungkinan besar dana institusional senilai triliunan dolar akan mengalir ke pasar aset digital.
• Peningkatan perlindungan investor Ketika pengungkapan emiten, standar operasi bursa, dan standar penyimpanan aset menjadi lebih jelas, tingkat perlindungan investor juga dapat meningkat.
• Mempromosikan inovasi Sebuah lingkungan akan tercipta di mana startup dan pengembang dapat mengembangkan layanan dan token blockchain baru tanpa ketidakpastian peraturan.
• Perluasan tokenisasi aset riil (RWA) Kemungkinan besar pasar perdagangan aset riil seperti saham, obligasi, dan real estate di blockchain akan menjadi lebih aktif.
• Lingkungan yang positif juga dapat diciptakan di Jaringan Pi. CLARITY Act tidak mengizinkan atau menjamin proyek tertentu.
Namun, seiring dengan semakin jelasnya peraturan aset digital di Amerika Serikat, lingkungan yang lebih stabil dapat diciptakan untuk berbagai proyek blockchain, termasuk Pi Network, untuk menjalankan bisnis.
Kesimpulannya, makna terbesar dari CLARITY Act adalah bukanlah undang-undang yang menaikkan harga, melainkan undang-undang yang memberikan 'kepercayaan' dan 'aturan yang dapat diprediksi' di pasar.
Aturan yang jelas menarik modal, dan modal mendorong inovasi dan adopsi. Pasar aset digital pada akhirnya akan tumbuh berdasarkan ‘kejelasan’.