Hari ini saya akan mengambil waktu untuk istirahat. Dengan birunya laut Mediterania di hadapan saya, saya meluangkan waktu untuk memikirkan makna perjalanan itu sendiri. Melalui buku ini, saya mencoba belajar bagaimana menghadapi diri saya sendiri di ruang khusus bernama kapal pesiar. Alasan saya merekomendasikan buku The Art of Travel adalah karena buku ini seperti ‘kitab suci’ bagi orang-orang yang suka bepergian. Daripada sekadar memperkenalkan destinasi wisata, buku ini berisi wawasan filosofis tentang alasan kita melakukan perjalanan dan bagaimana kita dapat menemukan keindahan yang lebih dalam di destinasi tersebut. Saya berhenti sejenak dalam perjalanan jauh, merasakan angin Mediterania, dan mendemonstrasikan keterampilan perjalanan Alain de Botton. Ketika kita mendengar kata berwisata, kegembiraan biasanya muncul terlebih dahulu, namun buku ini menanyakan pertanyaan mendasar tentang mengapa kita ingin berangkat ke tempat asing. Lebih dari sekedar melihat pemandangan yang indah, ini dengan tenang menunjukkan bagaimana udara dan benda asing yang kita temui saat bepergian mengguncang batin kita. Penulis memberi tahu kita apa yang kita harapkan dari perjalanan dan bagaimana menjembatani kesenjangan ketika harapan tersebut terkadang tidak sesuai dengan kenyataan. Saat saya berada di ruang khusus yang disebut kapal pesiar dan memandangi laut di luar jendela, setiap kata meresap ke dalam pikiran saya seperti ombak. Pada akhirnya, saya menyadari bahwa traveling bukanlah tentang berpindah tempat, tapi tentang mengubah sikap pikiran. Situs bersejarah yang indah memang penting, namun saya juga belajar menemukan makna dari bunga-bunga kecil yang bermekaran di pinggir jalan atau kebisingan jalanan yang asing. Meskipun tubuhku tetap di satu tempat selama istirahat ini, aku merasa pikiranku menjadi lebih luas dan lebih dalam dari sebelumnya. Itu adalah masa ketika saya belajar melihat dunia dari sudut pandang yang lebih dewasa, berbeda dari ekspektasi samar-samar yang saya rasakan sebelum berangkat perjalanan. Lain kali saya pergi berlayar lagi, saya ingin mengikuti saran dalam buku yang saya baca hari ini dan menangkap lebih banyak pemandangan dalam pikiran saya. Saya harap Anda semua memiliki hari yang damai di mana Anda berhenti sejenak dalam kehidupan sehari-hari dan memikirkan perjalanan Anda sendiri. Istirahat adalah persiapan terindah untuk perjalanan selanjutnya... Saya harap Pionir Jinseong yang menantikan mainnet terbuka Jaringan Pi kini dapat hidup nyaman sambil melakukan pekerjaan yang ditugaskan kepada mereka dengan indahnya penantian... Pernyataan penutup Hoala, “Kemiskinan dan kerja keras adalah kenangan.” Kita tunggu hari itu bersama..
This post is user-generated content. The views and opinions expressed are solely those of the author and do not necessarily reflect the views of, and are not endorsed, verified, or sponsored by, BSC.News LLC.
LainnyaIstirahat… keterampilan bepergian
(Buku yang nyaman untuk dibaca sambil berbaring di kursi berjemur kapal pesiar)

##여행의기술#호알라
Komentar
00/1000
Belum ada komentar.